Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Bali Mayoritas Masyarakat Beragama Hindu, Begini Sejarah Lengkapnya
Advertisement . Scroll to see content

Candi Jago, Nafas Hindu dan Budha dalam Satu Candi Raja Kertanegara Singasari

Kamis, 20 April 2023 | 21:53 WIB
  • author Airlangga Maryanto
Candi Jago, Nafas Hindu dan Budha dalam Satu Candi Raja Kertanegara Singasari
Inilah Candi Jago, Nafas Hindu dan Budha dalam Satu Candi Raja Kertanegara Singasari. Foto : BPCB Jatim

Dalam sejarahnya, pembangunan Candi Jago berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M, Walaupun dibangun sejak masa pemerintahan Raja Kertanegara Singasari, disebut dalam kitab Negarakertagama maupun Pararaton, Candi Jago selama tahun 1359 M merupakan salah satu tempat keagamaan yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.

Candi Jago berbentuk segi empat dengan luas 23 x 14 m. Atap candi sudah hilang, sehingga tinggi bangunan aslinya tidak dapat diketahui dengan pasti. Diperkirakan tingginya mencapai 15 m. Bangunan candi menghadap ke barat, berdiri di atas batur setinggi sekitar 1 m dan kaki candi yang terdiri atas 3 teras bertingkat, makin ke atas, teras kaki candi makin mengecil.

Untuk naik ke lantai lebih atas, terdapat dua tangga sempit di sisi kiri dan kanan bagian depan (barat). Lantai yang terpenting dan tersuci adalah yang paling atas, dengan bangunan yang letaknya sedikit bergeser ke belakang.

Pada tahun Saka 1272 atau 1350 Masehi, Adityawarman pembesar Majapahit melakukan perbaikan candi yang dibangun Raja Kertanegara ini. ***

Editor: Asarela Astrid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut