Para guru diajak bereksplorasi menggunakan platform Learning Management System (LMS) serta praktik langsung membangun model sederhana menggunakan Teachable Machine.
Selain itu, metode berbasis proyek melalui penggunaan Scratch memastikan peserta dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar secara nyata di kelas.
Kolaborasi di SDN 2 Kerobokan ini merupakan bagian dari gerakan literasi digital yang lebih luas di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, kemitraan strategis telah terjalin dengan lebih dari 50 institusi pendidikan dan melibatkan lebih dari 300 guru.
Melalui rangkaian workshop ini, pendidikan IT yang berkualitas dan inklusif diharapkan dapat terwujud demi menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
