Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rekor 1,5 Juta Turis Australia ke Bali, Konjen Stevens Sanjung Pariwisata Berkelanjutan
Advertisement . Scroll to see content

Hapus Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Jadi Perhatian Rakor di Kabupaten Badung

Selasa, 28 Maret 2023 | 10:50 WIB
  • author Asarela Astrid
Hapus Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Jadi Perhatian Rakor di Kabupaten Badung
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa saat memimpin Rakor untuk hapus kemiskinan dan penurunan stunting. Foto : setda.badungkab.go.id

BADUNG, iNewsbadung.id - Hapus kemiskinan dan penurunan stunting, jadi perhatian Rakor di Kabupaten Badung, yang dipimpin I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua Tim Penghapusan Kemiskinan Ekstrim dan Penanganan Stunting, saat memimpin Rakor Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Kabupaten Badung Tahun 2023. 

Kegiatan Rakor ini merupakan rangkaian persiapan Roadshow Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau PMK yang  diselenggarakan untuk mempercepat pencapaian target-target pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat mandiri, sehingga dapat diwujudkan apabila tingkat kemiskinan dan stunting di Badung diturunkan.

Terkait tulisan hapus kemiskinan dan penurunan stunting jadi perhatian Rakor di Kabupaten Badung, inilah catatan iNewsbadung.id dirilis dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Badung. 

1. Tuntas Tahun 2024

Sebagai fungsi penyelenggaraan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sesuai anjuran Presiden, yang menetapkan target penghapusan kemiskinan ekstrim Nasional, harus tuntas tahun 2024. 

2. Faktor Pendongkrak

Pemkab Badung mengharapkan Badung mampu menjadi faktor pendongkrak serta penarik dalam menurunkan kemiskinan dan stunting di tingkat nasional menggunakan pola penganggaran dari Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintahan Desa (Pemdes) serta pihak ketiga lewat Forum TJSP.

3. Sangat Rasional 

Target yang ditetapkan Pemkab Badung sangat rasional dapat dituntaskan, karena di sisi makro pertumbuhan ekonomi cenderung semakin membaik, sebut saja tahun 2022 pertumbuhan ekonomi mencapai 9,9 persen, jika dibandingkan ketika Covid-19, pertumbuhan minus 16 persen dan minus 6,6 persen tahun 2021. 

Editor: Asarela Astrid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut